Konsep Visa Digital Nomad—izin tinggal yang memungkinkan pekerja lepas (freelancer) dan profesional jarak jauh (remote worker) untuk bekerja dari negara lain—menjadi strategi baru Indonesia untuk menarik talenta teknologi global dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Langkah ini diharapkan dapat membawa masuk para profesional teknologi dengan keahlian tinggi, yang pada gilirannya dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga kerja lokal, serta merangsang ekosistem startup di Indonesia. Pemasukan devisa dari pengeluaran mereka juga akan mendukung sektor pariwisata dan jasa.
Daya tarik utama Indonesia adalah keindahan alam, biaya hidup yang relatif terjangkau, dan budaya yang ramah. Namun, keberhasilan Visa Digital Nomad memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, terutama koneksi internet yang cepat dan stabil di berbagai lokasi, serta kejelasan regulasi perpajakan.
Pemerintah perlu menyederhanakan proses aplikasi visa dan memberikan insentif pajak yang menarik, serta memastikan bahwa skema ini tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat dengan tenaga kerja lokal. Tujuan akhirnya adalah menciptakan pusat talenta teknologi yang dinamis di Asia Tenggara.
Intisari: Visa Digital Nomad adalah strategi Indonesia untuk menarik talenta teknologi global, dengan harapan dapat mentransfer pengetahuan dan meningkatkan ekonomi lokal, namun keberhasilannya memerlukan perbaikan infrastruktur internet, kejelasan regulasi, dan insentif pajak yang kompetitif.

