Kemacetan lalu lintas merupakan pemandangan sehari-hari di banyak kota besar, yang tidak hanya menghabiskan waktu tetapi juga menguras bahan bakar minyak (BBM). Salah satu cara paling efektif untuk menghemat BBM di tengah kemacetan adalah dengan menerapkan teknik mengemudi eco-driving atau mengemudi secara ekonomis dan defensif.
Strategi utama eco-driving adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, yang memungkinkan Anda untuk mengemudi lebih halus tanpa perlu sering melakukan pengereman mendadak. Pengereman mendadak memaksa Anda berakselerasi lagi dari nol, yang merupakan momen paling boros BBM. Usahakan stop-and-go seminimal mungkin.
Selain itu, hindari idle (mesin menyala) terlalu lama. Jika kemacetan berhenti total atau lampu merah berlangsung lebih dari 60 detik, mematikan mesin dapat menghemat BBM secara signifikan dibandingkan membiarkannya menyala. Namun, patuhi panduan pabrikan tentang seberapa sering mesin boleh dimatikan dan dihidupkan kembali.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah penggunaan AC dan beban kendaraan. Menggunakan AC pada suhu terendah di cuaca panas meningkatkan beban kerja mesin. Demikian pula, mengeluarkan barang-barang tidak penting dari bagasi akan mengurangi beban mobil, sehingga mesin tidak perlu bekerja keras untuk menggerakkan bobot ekstra.
Intisari: Tips mengemudi irit BBM di tengah kemacetan meliputi teknik eco-driving, yaitu menjaga jarak aman untuk menghindari pengereman mendadak. Hindari idle terlalu lama dengan mematikan mesin saat berhenti total lebih dari 60 detik. Kurangi beban kendaraan dan gunakan AC secara bijak untuk mengurangi beban kerja mesin.

