Penggunaan Bahan Bakar Bio dan Potensinya di Asia.

Penggunaan Bahan Bakar Bio dan Potensinya di Asia.

0 0
Read Time:57 Second

Eksperimen dengan bahan bakar bio (biofuel) sedang digalakkan di Asia sebagai solusi transisi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi karbon di sektor transportasi. Bahan bakar bio, yang berasal dari sumber terbarukan seperti minyak sawit, tebu, atau limbah, memiliki potensi besar di kawasan yang kaya akan sumber daya pertanian.

Beberapa negara, terutama di Asia Tenggara, telah mewajibkan campuran bahan bakar bio dengan persentase tertentu (misalnya, B30 untuk diesel) dalam upaya mengurangi emisi dan menstabilkan harga komoditas pertanian. Hal ini memberikan pasar yang terjamin bagi petani lokal.

Keuntungan utama bahan bakar bio adalah dapat digunakan pada sebagian besar mesin pembakaran internal (ICE) tanpa modifikasi signifikan, menjadikannya solusi cepat untuk dekarbonisasi armada kendaraan yang ada.

Namun, masalah keberlanjutan menjadi perhatian. Produksi bahan bakar bio, terutama dari minyak sawit, sering dikaitkan dengan deforestasi. Diperlukan sertifikasi yang ketat dan fokus pada bahan baku dari limbah untuk memastikan bahwa solusi ini benar-benar ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Penggunaan bahan bakar bio dieksplorasi di Asia sebagai solusi transisi untuk mengurangi emisi di sektor transportasi. Beberapa negara telah mewajibkan campuran biofuel, namun tantangan keberlanjutan, terutama yang berasal dari minyak sawit, perlu diatasi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%