Konsep Smart Home (Rumah Pintar) di Asia telah berevolusi menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses, memicu tren Do-It-Yourself (DIY) di kalangan pemilik rumah. Tren ini didorong oleh ketersediaan perangkat Internet of Things (IoT) buatan Asia yang harganya kompetitif dan mudah dipasang.
Banyak keluarga Asia mengadopsi solusi Smart Home untuk meningkatkan efisiensi energi, mengoptimalkan keamanan, dan memberikan kenyamanan. Penggunaan sensor pintar, lampu yang dikontrol aplikasi, dan termostat cerdas membantu menghemat biaya listrik, yang merupakan pertimbangan penting di banyak negara Asia.
Keunikan Smart Home ala Asia terletak pada fokusnya pada solusi yang praktis dan sesuai dengan ukuran rumah yang seringkali lebih kecil dan padat. Integrasi dengan platform asisten suara lokal atau bahasa regional juga menjadi keunggulan.
Meskipun tren DIY ini mengurangi biaya, tantangan tetap ada dalam hal interoperabilitas antar perangkat dari brand yang berbeda dan risiko keamanan siber jika perangkat tidak dikonfigurasi dengan benar. Edukasi konsumen tentang keamanan IoT menjadi sangat penting.
Tren Smart Home DIY di Asia didorong oleh ketersediaan perangkat IoT lokal yang murah dan efisien energi, tetapi tantangan utama adalah interoperabilitas perangkat dan edukasi konsumen mengenai keamanan siber.

