‘Circular’ & ‘Blue’ Economy: Jurus Baru RI Ubah Sampah Jadi Cuan!

‘Circular’ & ‘Blue’ Economy: Jurus Baru RI Ubah Sampah Jadi Cuan!

0 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

Bosen gak denger istilah ‘Go Green’? Kayaknya udah ‘basi’. Sekarang, di level business insider dan pemerintahan, ada 2 ‘mantra’ baru yang lagi hot banget: ‘Circular Economy’ dan ‘Blue Economy’.

Apaan tuh? Gampangnya:

  • Circular Economy (Ekonomi Sirkular): Mikir gimana caranya gak ada ‘sampah’. Limbah pabrik A jadi bahan baku pabrik B. Packaging dibikin reusable. Stop era ‘Pake-Buang’, masuk era ‘Pake-Pake Lagi’.
  • Blue Economy (Ekonomi Biru): Ini soal ‘cuan’ dari laut. Tapi bukan cuma ‘nangkep ikan’. Tapi gimana ngolah rumput laut, energi ombak, dan pariwisata bahari secara sustainable.

Ini Bukan ‘Nirvana’, Ini Duit Gede!

Jangan pikir ini cuma ‘idealisme’ pecinta lingkungan. Ini ‘duit’ gede! Investor global ngincer banget startup yang main di ‘Circular’. Kenapa? Karena ini efisien. Gak ada bahan baku kebuang = profit makin tebal!

Buat Indonesia (yang 70% laut), ‘Blue Economy’ itu ‘harta karun’ kita. Buat kita (yang sampahnya naudzubillah), ‘Circular Economy’ itu ‘kewajiban’. Ini bukan lagi trend, ini the new standard buat bisnis yang mau survive 10 tahun lagi.

Intisari:

  1. ‘Circular Economy’ dan ‘Blue Economy’ adalah standar bisnis baru pasca ‘Go Green’.
  2. ‘Circular’ berarti zero waste: mengubah limbah jadi bahan baku baru.
  3. ‘Blue’ berarti ‘cuan’ dari laut (rumput laut, energi) secara sustainable.
  4. Ini bukan cuma idealisme, tapi model bisnis masa depan yang sangat efisien dan profitabel.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%